Teks Kritik Keunggulan dan Kelemahan Karya Sastra Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata
Jumat, 12 Maret 2021
Tugas Individu Bahasa Indonesia
Raisa Yunika Nugrahana
12 IPA 6
Teks Kritik Keunggulan dan Kelemahan Karya Sastra Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata
Mimpi Anak Belitung pada Novel Sang Pemimpi
Sebuah Kritik Karya Sastra Novel
Judul Buku :
Sang Pemimpi
Penulis :
Andrea Hirata
Penerbit :
PT Bentang Pustaka
Jumlah Halaman :
X+ 292 Halaman
Tahun Terbit : Juli 2006
ISBN :
979-3062-92-4
Mimpi adalah bagian
kehidupan. Tanpa mimpi kita akan kurang bersemangat dalam menjalani kehidupan.
Novel Sang Pemimpi adalah sebuah novel kedua karya Andrea Hirata yang merupakan
bagian tetralogi Laskar Pelangi.
Sang Pemimpi adalah judul yang tepat untuk novel ini karena
memang kisah yang disajikan membuat pembaca yakin akan kekuatan mimpi.
Tentunya, dengan cinta, pengorbanan, dan rahmat Tuhan, kita akan dapat mewujudkan
mimpi yang kita miliki.
Novel yang memiliki ending yang begitu mengesankan. Dan Novel yang memiliki alur yang bagus dan menarik. Tema cerita yang sederhana namun terbungkus kalimat-kalimat yang penuh makna. Dalam novelnya yang kedua tersebut penulis mengemas dan menata dengan bahasa yang sederhana dan inspiratif, tapi tetap memperhatikan kualitas isi dan penuh bahasa imajinatif. Sudah banyak orang yang menayampaikan bahwa pencapaian-pencapaian luar biasa yang berhasil dicatat oleh umat manusia berasal dari mimpi yang begitu kuat. Tetapi disini tentu kita harus memandang mimpi disisi sebagai sebuah keinginan yang ingin dicapai atau disebut dengan cita-cita. Bukan sebuah mimpi yang terkadang hanya menjadi bunga tidur dan hayalan belaka. Lewat novel ini juga penulis mampu menciptakan kata-kata yang menggugah jiwa pembacanya. Penulis juga menyebutkan bahwa sikap pesimis dan tidak mau mencoba serta minder itu merupakan racun yang akan menggerogoti mimpi kita untuk menggapai cita-cita dan harapan kita. Karena hal tersebut akan menambah keterpurukan pemikiran kita terhadap apa yang telah kita impikan selama ini.
Tiga tokoh utamanya, Arai, Ikal, dan Jimbron, yang digambarkan
sebagai seorang pemimpi yang telah menamatkan SMP dan akan melanjutkan ke SMA. Dari
sinilah perjuangan dan mimpi mereka dimulai. Tidak tanggung-tanggung, Arai dan Ikal bermimpi untuk kuliah ke Perancis, sedangkan Jimbron memutuskan untuk menetap di Belitung. Demi impian tersebut, apapun Arai dan Ikal lakukan agar impian untuk kuliah di Perancis terwujud. Namun, ini barulah awal perjuangan yang sesungguhnya.```
Kekuatan novel ini terdapat dalam nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya. Pembaca diajarkan agar menjadi orang yang senantiasa
bersyukur. Walaupun di tengah kekurangan, jangan mengeluh dan tetap berusaha
serta berdoa. Selain itu, dengan kekuatan mimpi, jangan pernah menyerah dan
larut dalam kesedihan. Selain itu, penulis mengajarkan tentang nilai-nilai
untuk patuh pada perkataan orang tua.
Dalam novel Sang Pemimpi, juga terdapat kekurangan yang
dapat menjadi masukan bagi penulis. Pembaca dapat mengalami kesulitan dalam
memahami Bahasa yang digunakan karena ada penggunaan bahasa daerah dan bahasa asing
yang tidak dijelaskan di glosarium. Sebaiknya penulis melengkapi kosakata
berbahasa daerah dan berbahasa asing tersebut pada glosarium sehingga pembaca tidak
bingung dengan istilah-istilah didalamnya. Hal itu digambarkan lewat
kata-kata dari kutipan berikut.
“Lalu kami beralih
menjadi part time office boy di
kompleks kantor pemerintah. (hal.69).
Dalam novel ini
penulis juga menegaskan kepada kita pembaca bahwa kita harus
memiliki mimpi untuk terus berjuang dan mencapai sebuah keinginan yang kita
harapakan.
“ tanpa mimpi. Orang seperti
kita akan mati…”(hal.153).
Novel
sang pemimpi mampu membangkitkan dan menyalakan api mimipi-mimpiku yang telah
kupendam dengan berbagai realitas yang ada. Ternyata memang benar, bahwa
terkadang realitas adalah racun bagi sebuah optimisme (Sang Pemimpi). Dengan
segala kenyataan yang ada terkadang mampu membuat rasa optimisme pada diri kita
padam begitu saja. Setelah membaca novel Sang Pemimpi, aku merasa perlu untuk
menyajikan sebuah mimpi untuk memotivasi hidup karena tidak ada hal yang tidak
mungkin atau mustahil jika kita berani untuk bermimpi dan berusaha untuk
meraihnya.
Bagus, terus berkarya.
BalasHapus